Rabu, 09 Maret 2016

Saat Jodoh Tak Kunjung Datang


Ulasan dari Ustadzah Farida  NurainiS Sos, Konsultan Hadila.
Berumah tangga memang menjadi harapan setiap insan. Ttapi tak semua berksempatan dan mudah dalam menemukan jodoh dalam hidupnya.  Perlu diketahui bahwa sikap suka mengeluh itu tidak akan merubah takdir. Apalagi menyalahkan orang lain atau diri sendiri. Hal itu justru akan menambah masalah.

Sejatinya yang diperlukan adalah sikap yang baik agar hidup kita juga membaik. Pada dasarnya sikap kita akan mempengaruhi suasana hati kita. Nah semua itu berawal dari ketenangan hati, yang berkaitan dengan kondisi menemukan jodoh.
Lalu bagaimana kita harus bersikap ?

1. Maafkan orang-orang disekitar anda yang mencela anda. Ikhlaskan apa yang mereka ucapkan. Apabila anda sedih atau sakit hati karena pandangan dan perkataan mereka, segeralah berdoa pada Allah serta perbanyaklah istigfar.

2. Menguatkan ibadah dengan memperbanyak amaln sunnah setelah menunaikan yang wajib. Ibadah itu akan membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT sekaligus memberikan ketenangan hati. Segala keresahan dan kegelisahan akan terhapus bila kita menyandarkan semua masalah kepadaNya.

3. Menghadapi semua kondisi itu dengan senyuman. Bila ada pertanyaan atau pernyataan tentang jodoh jawab saja dengan senyum atau permintaan doa...

4. Ubah menjadi energi positif. Kesedihan, kegalauan dan kerinduan yang anda rasakan dengan mencari kegiatan positif. Ikutilah kegiatan2 disekitar atau kembangkan potensi diri. Waktu yang masih luang gunakan semaksimal mungkin

5. Terus berusaha    Minta tolonglah kepada orang yang amanah, untuk mencarikan jodoh. Tetap pegang prinsip kesholehan dan iman adalah kriteria utama. jangan teroda asal dapat dan asal mau.

6. Bersabar dan Istiqomah. Sebuah antangan ang terkadang membawa kearah futur. adkalanya kaum muslimah ditawari untuk melepas jilbab. Adakalanya sampai harus mengganti akhidah.  Bisa jadi tawaran untuk pergi keorang pintar. inipun sudah wujud tantangan aqidah. Hadila ed /74 Agts/2013/

Kamis, 04 Februari 2016

Jadilah Lajang Yang Produktif

Berbicara masalah jodoh, adalah berbicara mengenai pemahaman tentang sesuatu yang sifatnya misterius namun nyata, benar dan logis penjabarannya.  Sebuah gagasan dari Seorang bunda Rabi'ah Al Adawiyah, SH. Penggagas sekolah Pra Nikah (SPN) Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Benih.

Bagaimana memahami jodoh, dalam perspektif yang benar ?
Mengenai jodoh, beberapa hal harus kita pahami.

1. Jodoh ada di tangan Allah seperti halnya ketentuan mengenai rezeki dan umur. Siapa, kapan, bagaimana bertemu, ada dalam kuasa Allah. Tak perlu risau, jodoh masing-masing orang telah disiapkan oleh Allah. Sehingga yang perlu dilakukan adalah menjemputnya.

2.  Yang tersirat dari kata jodoh adalah keniscayaan adanya perbedaan. Dalam banyak hal, Allah memberikan perumpamaan mengenai jodoh/pasangan. Siang berpasangan dengan malam, barat berpasangan denan timur, laki-laki berpasangan dengan perempuan. Berjodoh berarti berkumpulnya dua orang yang berbeda. 
Baru kemudian dalam interaksi setelah pernikahan muncul persamaan. Hal ini memerlukan pemahaman dan kesiapan, agar saat jodoh datang dapat tercipta keharmonisan pada kehidupan selanjutnya.

Bagaimana cara menjemput Jodoh dari tangan Allah

Ya karena dalam kekuasaan Allah maka yang pertama diketuk adalah keridhaan Allah. Meski jodoh adalah bagian dari qada dan qadar Allah, namun Islam bukan agama fatalis (meniadakan harapan dan usaha)

Dalam konsep keimanan, Iman kepada qada dan qadar ada diurutan terakhir. Ini menyiratkan bahwa kita memiliki kesempatan untuk mengusahakan setiap hal dalam hidup kita. Tentu saja dengan panduan 5 konsep keimanan diawalnya. Saat kita telah selesai dengan kelima konsep itu, maka insyaAllah kita pasti akan dapat menerima konsep qada dan qadar dengan legowo. 

Mempersiapkan diri untuk menikah juga bisa menjadi sarana menjemput jodoh dari Allah. 
Dalam masa menunggu jodoh kita jadikan masa beramal dan belajar lebih banyak. Menjadi lajang produktif  bisa jadi menjadi penilaian dari Allah. Sebagai gaya tarik.  Masa menunggu adalah masa memantaskan diri bagi jodoh yang baik itu. Allah tahu sejauh mana kesungguhan dan kesiapan kita. 

Lalu bagaimana dengan dengan bujang yang tak jua bertemu jodoh ?

1. Harus lebih banyak bersabar tetapi "jernih", husnuzon, dan tawakal pada Allah. Tetapkan standar pasangan, berdasar pengenalan pada konsep diri. Dengan begini akan ditemukan standar calon yang kita butuhkan, bukan sekedar yang kita inginkan. Ini yang membedakan antara orang yang siap menikah dengan yang ingin menikah. Bisa jadi belum dipertemukan jodoh, karena sejatinya belum siap menikah. Dan Allah tahu itu. 
Orang yang ingin menikah, biasanya standar calon masih lebih di dominasi hawa nafsu, meterialis, fisik dan lain-lain. Berbeda saat seorang siap menikah, maka standar calon juga pasti sifatnya jangka panjang.

2. Komitmenlah pada standar itu, lalu maksimalkan ikhtiar dan permohonan.
Pada beberapa kasus ada yang menurunkan standar (baik calon ataupun kapasitas diri) karena tak jua ketemu jodoh.  Bagi kaum muslimah, memendekkan jilbab dan memodifikasi jilbab, berdandan menor, dan sebagainya.  Apakah bisa jadi jalan bertemu jodoh? mungkin iya, tetapi dia telah kehilangan sekian masa proses penjagaan dirinya, yang bisa jadi akan berpengaruh pada kualitas jodoh yang (seharusnya) dia dapat. 
Bisa juga, bukan standar yang diturunkan, tetapi ikhtiar yang ditingkatkan. Pasrahkan jodoh ini pada Allah, letakkan, bebaskan diri lakukan semua aktivitas kebaikan sebanyak-banyaknya.
 Berinvestasilah dengan kapasitas diri, lalu menepi dalam doa dan tawakal.  saat sumeleh insyaAllah jodoh datang. Barokallah. Hadilla edisi 92/Feb 2015

Senin, 18 Januari 2016

Aneka suvenir manten dari pasar MberingHarjo

Entah kapan dimulainya budaya sovenir dalam resepsi pernikahan. Yang pasti suvenir memiliki nilai khusus bagi yang memberi dan menerima. ada yang mengoleksi. Minimal sekarang tiap hadir di resepsi pernikahan pasti menanyakan  suvenir apa ya. Sementara dafri kubu penyelenggara juga cukup perlu pemikiran jauh hari suvenir apa yang akan di hadiahkan untuk kerabat  dan sahabat yang diundang. terkadang aneka pilihan pun terasa kurang untuk  menjadi alternatif , sehingga terkadang tetap nyari ide baru . 
 Bagi para pebisnis pun ternyata suvenir ini menjadi ladang untuk men cari penghasilan.

Peluang memeperoleh suvenir banyak kita temukan, baik lewat agen terdekat, lewat WO, ataupun lewat on line.  Pasar Beringharji bisa jadi salah satu pilihan tempat untuk mencari suvenir manten.  Bisa langsung pilih dengan aneka stok yang sudah ada. atau mau peasan khusus oke juga. 
Harga bervariasi, yang pasti tergolong miring,.. jem dulu ya....


   tempat lilin love aneka warna

  tempat lilin bulat aneka warna
  asbag daun pengantin jawa/ sunda/ barat/polisi
  asbag bulat pengantin jawa/sunda/barat dll
        
 pen holder pengantin jawa/sunda/barat/polisi/masjid