Rabu, 01 Agustus 2018

Pernikahan Menawan Putri Iman "era 2018"


*Pernikahan Menawan Putri Iman*

Oleh *M. Anwar Djaelani*

Iman menikahkan putri sulungnya di Masjid Manarul Ilmi ITS. Acara di Sabtu 23/06/2018 itu, berhasil “Mengembalikan kebersahajaan dan kejujuran dari sebuah prosesi pernikahan,” kata Ismail Nachu – Ketua ICMI Jatim. Kemudian, hadir di acara itu, “Terasa seperti dikembalikan ke zaman Rasulullah Saw,” kesan Yulyani - aktivis dakwah dan pengusaha. Tak berlebihankah apresiasi itu?

*Mudah dan Indah*
Iman, sapaan dari Ir. Iman Supriyono, MM. Dia, Konsultan Manajemen Senior di SNF Consulting. Bagi sahabat dan relasinya, Iman –yang telah menulis 10 buku dan ratusan artikel itu- punya sisi menonjol: Agamis, menomorsatusakan efisiensi, dan tak lelah berkampanye agar kita selalu tepat waktu.

Maka, seperti apakah konsep dan pelaksanaannya saat dia menikahkan Izza, putri sulungnya? Banyak ketidaklaziman yang Iman lakukan. Misal, cara mengundang. Iman tak mencetak kartu undangan. Sebagai gantinya, secara pribadi dia kirim via Whatsapp (WA) berupa Pdf dari kartu undangan. Fotmatnya, cukup menarik.

Di undangan itu, banyak tertera hal yang tak biasa. Misal, undangan ditulis dalam empat bahasa (Indonesia, Arab, Inggris, dan Cina). Digunakannya bahasa Cina karena Izza menyelesaikan S1 di “Chinese Literature Jiangxi Normal University”, setelah dia menamatkan SMP Luqman Al-Hakim Surabaya dan SMA Al-Hidayah di Johor - Malaysia.

Di undangan, ada rincian acara dari menit ke menit. Juga, kabar bahwa tamu tak perlu membawa hadiah dalam bentuk apapun. Tak hanya itu, ada yang “mengejutkan”, yaitu adanya kalimat agar tamu datang sebelum acara dimulai pada pukul 7.00 dan Tuan Rumah sudah siap pada pukul 6.00.

Undangan yang “disebar” pertengahan Ramadhan 2018 itu, di beberapa hari setelahnya, diikuti kiriman WA berikutnya. Bahwa. “Untuk membantu keluarga mempelai mengorganisasikan acara, mohon mengisi konfirmasi kehadiran pada link: https://goo.gl/forms/wxJO6UOQioU8w9zi2. Hasilnya? Dari semua yang terundang, yang mengonfirmasi kehadiran 517 orang dan dengan tambahan keterangan bahwa ada yang menyatakan akan hadir sendirian, berdua, bertiga, dan ada yang bersepuluh.

Lalu, tibalah, Sabtu 23 Juni 2018. Pukul 6.00, Iman, istri, dan sejumlah anaknya bersiap menerima tamu di tangga masjid ITS sisi utara. Para tamu-pun berangsur berdatangan. Setelah bersalaman, tamu melewati teras sebelum masuk ke Ruang Utama Masjid ITS. Di teras itu, tampak Photo Booth yang sederhana.

Undangan laki-laki dan perempuan dipisah oleh pembatas. Sisi kanan atau utara untuk laki-laki dan di sebelahnya untuk perempuan. Terlihat, rata-rata tamu, begitu masuk masjid langsung menunaikan shalat Tahiyatul Masjid dan Dhuha.

Sahabat dan relasi Iman banyak. Maka, tamu-pun terdiri dari banyak kalangan. Misal, ada yang berprofesi Satpam, pendidik, dan pengusaha. Dari sekitar 1400 orang yang hadir, yang banyak tampak -antara lain- adalah aktivis dakwah dan pendidik.

Sambil menunggu acara dimulai, para tamu akrab berbincang. Ada suasana “Halal bil Halal” karena memang masih di pekan kedua bulan Syawal.

Sesuai agenda, pukul 7.00, Iman masuk Ruang Utama masjid. Dia duduk di depan mihrab tempat akad-nikah. Tepat pk 7.10 Pembawa Acara memulai.

Setelah khutbah nikah, pukul 7.30, ijab-kabul berlangsung. Ringkas, total hanya 20 menit. Pukul 7.55 Pembawa Acara menyilakan hadirin menikmati jamuan di teras sisi timur masjid.

Ada sejumlah meja dengan aneka makanan sederhana. Nasi dan lauknya, disediakan dalam kemasan berbungkus: Ada yang berbungkus daun, mika, dan kertas bungkus coklat seperti yang biasa kita lihat. Menunya, ada nasi krawu, nasi campur, nasi uduk, nasi jagung, nasi jajan, dan nasi bakar. Ada juga penganan seperti kacang rebus, pisang rebus, lemper, dan lain-lain.

Para tamu sangat menikmati. Setelah mengambil makanan, mereka duduk dalam lingkaran-lingkaran kecil. Rata-rata mereka makan dengan tangan, tanpa sendok. Sambil makan, mereka berbincang ringan. Sesekali tampak, sebagian lalu pindah ke lingkaran yang lain

untuk meluaskan silaturrahim.

"Nuansa kebersamaan kuat karena banyak Ustadz, Guru Besar, aktivis, mahasiswa, dan masyarakat umum makan bersama. Mereka lesehan di teras masjid. Ini pemandangan yang jarang kita temukan di Walimahan," kata Misbahul Huda – penulis buku “Bukan Sekadar Ayah Biasa” dan Motivator Leadership Spiritual.

Acara ini Islami, sebab –misalnya- tak ada yang makan sambil berdiri. Tak ada yang mengambil makanan lebih dari yang dibutuhkannya. Tak ada sisa makanan yang terbuang. Juga, terasa beradab, sebab tamu bisa rileks berbicara –menyambung silaturrahim- karena tak ada gangguan suara musik yang menggelegar.

Banyak yang terkesan. “Konsep acaranya efektif, khusyu’, khidmat, dan berusaha maksimal menerapkan prinsip-prinsip pernikahan syar'i,” tutur Jauhari Sani – Direktur Yayasan Dana Sosial al-Falah (YDSF).

*Berkah, Berkah!*
Kembali ke paragraf pertama tulisan ini. Berikut kutipan lengkap dari Ismail Nachu, Ketua ICMI Jatim. Bahwa, acara itu berhasil “Mengembalikan kebersahajaan dan kejujuran dari sebuah prosesi pernikahan sebagai pondasi penting dalam membangun rumah tangga, yang selama ini terasa hilang terseret budaya populer yang hedonistik dan penuh pencitraan alias tak sejati”.

"Saya bahagia dan terharu hadir di pernikahan ini. Hadir di acara ini serasa dikembalikan ke masa-masa Rasulullah Saw, sederhana dan penuh kekhusyu'an. Damai dalam keberkahan. ‘Tuan Rumah’ telah menghadirkan konsep pernikahan yang Islami. Saya suka sekali dan kabar tentang ini langsung saya kirim ke anak-anak saya yang masuk usia pernikahan. Bagaimana respon mereka? Suka,” kata Yulyani - Muslimah yang aktif di dunia usaha, sosial, dan politik ini.

Alhasil, “Acara pernikahan ini sangat berkesan dan bisa menginspirasi banyak orang. Bagi yang belum menikah, jangan takut menikah hanya karena merasa tidak mampu menyelenggarakan resepsi yang megah, misalnya. Menikah itu mudah dan murah. Hal yang kita pentingkan, keberlimpahan berkah,” simpul Anandyah Retno Cahyaningrum – pengamat masalah pendidikan dan keluarga. []

copas/wag/halaqohmadina

Rabu, 03 Januari 2018

Model Pesta Pernikahan

1. Standing Party
2. Piring Terbang

1. Catering
2. Tanpa Catering

1. Ijab Qobul saja
2. Ijab Qobul dan Walmah di hari yang sama
3. Ijab Qobul dan walimah di hari yang berbeda

1. Di rumah
2. Di Gedung
to be cont..


Baju Pengantin


Ada Baju Pengantin Muslimah, Baju Pengantin Adat Jawa, Baju Pengantin Adat Sunda, Baju Pengantin Adat Palembang, Baju Pengantin Adat Bengkulu, Baju Pengantin Adat Sulawesi, Baju Pengantin Muslimah Modern, Baju Pengantin Muslimah Klasik


Saat sekarang pilihan Baju pengantin sangatlah banyak,  dan cenderung mudah dapat diperoleh sesuai selera .
Warna pun sangat bervariasi tidak terbatas pada warna netral, keemasan ataupun broken white. Warna-warna cerah dan meriahpun sekarang amat banyak dijadikan pilihan.
Selain warna model baju juga harus diperhatikan, agar tidak salah pilih.

Baju pengantin muslimah syar'i bisa menjadi pilihan tepat. Dengan harapan disaat menjadi pusat perhatian pengantin harus terlihat cantik tetapi juga tetap syar'i di hari istimewanya. Karena kita harus menyadari bahwa sebagai wanita seorang wanita muslimah, sangat penting dan wajib hukumnya agar selalu mengenakan busana yang syar'i dan menutup aurot, termasuk dihari pernikahan kita.
Hal utama yang harus diperhatikan adalah tidak membentuk lekuk tubuh dan juga jangan transparan.







Minggu, 24 Desember 2017

Kumbakarnan

Menyelenggarakan pesta pernikahan adahal hal yang perlu pemikiran banyak . Ada banyak hal yang perlu difikirkan. Ada banyak hal yang perlu di tata.  Maka EO pernikahan saat sekarang bisa jadi sarana yang bisa diandalkan.Tetapi bisa juga di kelola sendiri. Ndak harus pusing mumet dan stres.

Di jawa ada istilah "Kumbakarnan" ini adalah salah satu rangkaian acara pesta pernikahan. Acara ini merupakan rapat persiapan acara dengan mengundang segenap keluar dan tetangga dan juga pihak besan,  dan juga pihak perias maupun catering . Dalam acara ini dibahas detil acara dan pembagian tugas serta penjelasan prosesi pelaksanan pesta pernikahan. 
Acara ini  jelas amat diperlukan untuk mengkoordiinir semua pihak yang berkepentingan.

Apa saja yang mesti disampaikan dan dipersiapkan untuk acara kumbakarnan;

1. Rancangan kepanitiaan , diusahakan sudah diketik rapi, disertai dengan detil penjelasan meliputi
    perias, catering, Mc, hiburan, pendamping pengantin, among tamu, putri domas, seksi foto keluarga, seksi penjemputan tamu spesial, seksi pengawas konsumsi, petugas tilawah, petugas pidato sambutan, petugas pidato serah terima pengantin, petugas Doa dan tausiah

2. Susunan acara prosesi ijab
 - : jam tanggal, tempat, petugas, tema pakaian pengantin, tema pakaian keluarga. pengaturan posisi penga ntin , petugas dan keluarga

 3. Susunan Acara pesta pernikahan









Sabtu, 23 Desember 2017

Walimah angkatan 2000-2002


Baju merah kombinasi hitam ini , kain sari dari India , meski di Mac Mohan Yogya  juga banyak. Aku suka banget. motif corak dan warna. Model jelas  suka . semua gaun jagong ini buatan sendiri. asli njahit. Khas nya sistem kilat, ala aku . Besok mau jagong hari ini baru lekas bikinnya. bisa jadi malem masih harus nambah kancing... penat tapi seneeng alhamdulillah .






 Jenis kain batik satin, awet kilap. rok bawah diplisket, dan sekarang mode lagi. blous dengan krah yang agak sulit model krah blazer . tapi tetep ok
 baju kurung ungu ini juga kain sari. ini aku buat rok jaritnya kurang panjang, terlanjur dipotong. apa akal.. di bikin dua lapis, apik juga. ide tepaksa karena kejar target biar lebih panjang .
 Gaun hijau ini seragam keluarga. inipun tetep ngebut bikin,  target model kain cukup enak dipakai dan menyamarkan yang makai karena lagi  tidak kurus dampak hampir melahirkan si Faty yang no tiga..
Gaun hijau broklat Citrapun itu aku bikin sendiri. Susah saat desain jilbabnya. agar enak pakainya  dan cocok dengan nuansa pesta.  Yang lebih keren Jas kecil buat Fariz itupun aku buat sendiri. he he modal di gambar pola  sesuai ukuran yg nggak perlu meteran, kayak jaman nenek moyang cukup dengan jari dan tangan . ukuran ok. d potong. Bisa lihat dan nyontoh jas ayah. kesulitan saat harus ngepaskan kain furing sebagai pelapis dalam jaz .